Perhatian khusus juga diberikan kepada Gen Z yang kini hidup dalam ekosistem digital. Atalia menilai mahasiswa tidak lagi hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga produsen pesan, pembentuk opini, dan bagian dari arus komunikasi publik. Karena itu, kecakapan menggunakan media digital perlu berjalan seiring dengan kemampuan memilah informasi, menghargai perbedaan, dan menjaga agar komunikasi di ruang digital membangun harmoni antar anak bangsa.
“Langkah kecil kita hari ini adalah dampak besar bagi Indonesia di masa depan,” kata anggota DPR RI tersebut.
Bhinneka Tunggal Ika Era Digital
Sementara itu, Muhammad E Fuady membawa pembahasan pada proses historis lahirnya Pancasila. Menurutnya, Pancasila justru lahir di tengah perbedaan pandangan para pendiri bangsa. Proses Panitia Sembilan, Piagam Jakarta, hingga lahirnya rumusan final Pancasila menunjukkan bahwa perbedaan tidak dihindari tetapi dikelola melalui komunikasi, negosiasi, kompromi, dan konsensus.


