“Artinya, event yang diselenggarakan Unisba ini menarik banyak pihak. Ini juga sejalan dengan misi Unisba untuk menuju perguruan tinggi yang semakin kuat di Asia,” kata Neni.
Tidak hanya konferensi utama, BAIC 2026 juga dirangkai dengan BAIC Asia Knowledge-to-Impact and Collaboration Forum 2026 dan BAIC Postgraduate Research Impact Masterclass 2026.
Ketua Pelaksana The 9th BAIC, Ir. Ahmad Arif Nurrahman, S.T., M.T., IPM., menjelaskan bahwa salah satu target utama BAIC adalah mendiseminasikan hasil penelitian melalui publikasi internasional. Hasil penelitian yang dipresentasikan diarahkan untuk diterbitkan dalam prosiding internasional yang diterbitkan Atlantis Press, sehingga dapat diakses oleh akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan di berbagai negara.
BAIC 2026 terbagi dalam dua simposium utama, yakni Social & Humanities Research Symposium (SoRes) dan Science & Technology Research Symposium (SiRes). SoRes mencakup bidang sosial, humaniora, komunikasi, psikologi, manajemen, hukum, pendidikan Islam, ekonomi syariah, dan perbankan syariah. Sementara SiRes mencakup bidang teknik industri, pertambangan, perencanaan wilayah, kesehatan, statistik, matematika, farmasi, dan teknologi berkelanjutan.


