Pada seminar ini, para siswa mendapat pemahaman mendalam tentang bagaimana menjadi content creator dengan memanfaatkan AI sebagai alat bantu untuk efisiensi. Karena di era otomatisasi, seorang pembuat konten yang sukses harus beradaptasi dengan menjadikan kreativitas (ide, cerita, empati, keunikan) sebagai skill utama dan teknologi AI sebagai asisten super. Hal ini merupakan cara untuk tetap relevan dan tidak
“digantikan” oleh mesin.
Fiqie Lavani Melano, S.I.Kom., M.I.Kom, selaku dosen pemateri Telkom University, menjelaskan bagaimana membangun karier sebagai content creator melalui empat tahapan, yaitu dengan menentukan niche dan audiens, membuat content plan, memproduksi konten, serta distribusi dan engagement.
Selain itu, dosen juga memberikan penekanan khusus pada etika digital dalam penggunaan AI. Para siswa diingatkan tentang bahaya plagiarisme, manipulasi konten seperti deepfake dan fakenews, serta risiko ketergantungan berlebihan pada AI.


