Ia menjelaskan bahwa pembentukan karakter tidak dapat dilakukan secara instan sehingga kegiatan pesantren ini menjadi salah satu upaya penting dalam membekali mahasiswa sebelum mereka benar-benar menjalani profesi sebagai dokter.
“Selama tiga hari ini jangan dianggap sebagai beban tetapi sebagai kesempatan dan keberkahan untuk memantaskan diri menjadi dokter muslim yang profesional sekaligus berakhlakul karimah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa lulusan FK Unisba dikenal memiliki kemampuan keislaman yang baik di berbagai institusi kesehatan.
“Ketika ada kegiatan keagamaan di rumah sakit atau departemen, sering kali dokter lulusan Unisba yang diminta memimpin doa, membaca Al-Qur’an, atau menjadi khatib. Ini menjadi ciri khas lulusan FK Unisba,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua LPI3M Unisba, Dr. Parihat, Dra., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa Pesantren Calon Dokter merupakan program pembinaan yang bertujuan membentuk dokter muslim dengan karakter mujahid, mujtahid, dan mujaddid, yang disertai dengan akhlak mulia, etika, serta profesionalitas di bidang kesehatan.


