Empat pemateri dihadirkan dalam forum ini. Dedi Mulyadi (Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat) menyampaikan Postur APBD Jabar 2025 & RAPBD 2026, menekankan pentingnya efisiensi belanja untuk mendukung sektor-sektor penggerak ekonomi, seperti industri pengolahan, konsumsi rumah tangga, logistik, dan program ketahanan pangan. Maria Imaculata Sri Nuryati (DJPb Jabar) menjelaskan hubungan fiskal pusat–daerah melalui TKDD dan menekankan perlunya daerah memperkuat manajemen pendapatan serta mempercepat eksekusi belanja prioritas. Dari sisi keuangan, Yuzirwan (OJK Jabar) memaparkan perkembangan inklusi keuangan dan pemberdayaan UMKM, termasuk peran koperasi desa dan lembaga keuangan mikro dalam memperkuat ekonomi lokal. Sementara Kiptiah Riyanti (Bank Indonesia Jabar) menyoroti percepatan digitalisasi melalui TP2DD dan elektronifikasi transaksi daerah sebagai inovasi yang mendukung transparansi, optimalisasi pendapatan, dan kepatuhan pajak melalui sistem yang lebih mudah diawasi.


