Sesi tanya jawab berlangsung dinamis. Zahra, mahasiswa Universitas Pasundan, mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana belanja daerah dapat lebih diarahkan untuk benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi, serta bagaimana belanja dapat memperkuat sektor industri pengolahan, konsumsi masyarakat, logistik, koperasi desa “Merah Putih”, dan ketahanan pangan. Ia juga bertanya mengenai inovasi dalam meningkatkan kepatuhan pajak daerah serta strategi optimalisasi pendapatan dan efisiensi belanja.
Menanggapi pertanyaan tersebut, narasumber dari DJPb, BI dan Bappeda menjelaskan bahwa belanja daerah yang efektif harus diarahkan pada sektor produktif yang memiliki multiplier effect tinggi, seperti industri pengolahan dan distribusi pangan, serta program yang memperkuat permintaan domestik melalui konsumsi masyarakat. Digitalisasi keuangan daerah serta penguatan sistem pengawasan pajak disebut sebagai instrumen penting untuk menekan kebocoran, meningkatkan pendapatan, dan memastikan belanja dieksekusi tepat waktu.


