Tamara mengaku kecintaannya pada pramuka kembali tumbuh sejak aktif di English Learners Community (ELC) Unisba. “Terakhir ikut pramuka itu saat SMA, lalu tertarik lagi karena di ELC sering kegiatan alam bersama Bu Nety Kurniaty. Dari situ saya kembali terjun ke pramuka,” ujarnya.
Meski sempat berhalangan hadir saat seleksi, Tamara tetap mengirim CV dan berkas, hingga akhirnya terpilih. “Panitia mencari volunteer yang minimal level bantara dan aktif berbahasa Inggris, jadi saya memberanikan diri melamar,” jelasnya.
Kemampuan komunikasi membuat Tamara dipercaya menjadi MC (Master of Ceremony) di berbagai acara penting, mulai pendopo Kota Bandung bersama Gubernur dan Wali Kota, pertunjukan tari budaya, hingga dadakan menjadi MC di Saung Angklung Udjo dan Taman Pramuka. “Banyak rundown yang berubah mendadak, bahkan H-10 menit baru diberi kepastian. Saya harus cepat menyesuaikan teks dan alur acara,” kenangnya.


