Di tengah kesibukan akademik dan usaha, Alya tetap aktif mengajar di DTA Al-Muqoromah setiap sore selepas Magrib. Baginya, kunci menjalani berbagai peran adalah disiplin dalam mengatur prioritas. “Kuliah tetap menjadi fokus utama. Skala prioritas membantu saya membagi waktu antara tugas, mengajar, dan berjualan,” ujarnya. Ketekunan tersebut turut membawanya meraih Beasiswa Jabar Future Leaders Scholarship (JFLS) serta Beasiswa Baitul Maal Unisba.
Perjalanan Alya juga mencerminkan keteguhan dalam menuntut ilmu agama. Sebelum kuliah, ia menempuh pendidikan di Ma’had Quran Rabbani dan menyelesaikan hafalan 30 juz. Beasiswa yang diterimanya bukan sekadar bantuan finansial tetapi juga sarana pengembangan diri. “Selain meringankan beban orang tua, program beasiswa membentuk soft skill, hard skill, dan menjaga hafalan melalui murojaah,” tuturnya. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat dan usahanya terus berkembang.