Menurut Parvesh, perbedaan bukanlah hambatan untuk berkembang. Ia mendorong calon mahasiswa agar tidak ragu memilih institusi pendidikan berdasarkan stigma. “Yang terpenting adalah kualitas pendidikan dan kemauan untuk belajar. Justru di sini saya belajar toleransi secara nyata,” katanya.
Kisah Alya dan Parvesh menjadi potret semangat mahasiswa Unisba yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan hidup. Ketekunan, kerja keras, dan sikap saling menghargai menjadi nilai yang memperkaya perjalanan mereka menuju gerbang kelulusan.(askur/png)***