Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anwar Sanusi, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyoroti pentingnya kompetensi sebagai bentuk pelindungan utama bagi pekerja migran Indonesia.
“Melalui Sistem Informasi Pasar Kerja yang kami kembangkan, kami memastikan bahwa tenaga kerja Indonesia yang ditempatkan di Jepang memiliki keterampilan dan sertifikasi yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar global,” tegas Anwar.
Lebih lanjut, Anwar menjelaskan bahwa Indonesia saat ini sedang mengalami bonus demografi, sementara Jepang menghadapi aging population.
“Dua kepentingan ini bertemu untuk membangun kerja sama yang akan menjaga pertumbuhan ekonomi kedua negara sebagai bagian dari G-20. Oleh karena itu, kami berpesan kepada 134 rekan-rekan kami dari SO dan P3MI untuk mempersiapkan SDM sesuai dengan kebutuhan Jepang, terutama dalam keterampilan teknis, bahasa, dan budaya Jepang,” katanya.