Sebelum intervensi, fasilitas sekolah menghadapi berbagai tantangan struktural – tembok ruang kelas kumuh dan tidak terawat, struktur kayu pendukung mengalami kerusakan, sistem penerangan tidak memadai, serta sarana olahraga tidak layak digunakan akibat permukaan tidak rata dan cacat struktural.
Hernawan, orang tua siswi Ajeng kelas 3K dan perwakilan orang tua murid yang berprofesi sebagai manajer, menyampaikan apresiasi terhadap perubahan yang terjadi. “Sebagai orang tua, kami sangat mengapresiasi transparansi dan efisiensi dalam proses rehabilitasi ini. Perbaikan fasilitas tidak hanya meningkatkan kenyamanan belajar, tetapi juga memberikan jaminan keamanan yang lebih baik bagi anak-anak kami. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sekolah, komite, dan masyarakat dapat menghasilkan hasil yang berarti,” ucapnya.
Alokasi dana BOS Desember 2025 difokuskan pada beberapa komponen kunci:


