Liriknya yang lugas, mudah dihafal, dan penuh semangat membuatnya cepat diterima oleh anak-anak. Konsistensinya Ferry Curtis di jalur literasi memang bukan hal baru. Kepeduliannya terhadap dunia buku sudah ia suarakan sejak awal 2000-an melalui lagu berjudul “Ke Pustaka” yang ia rilis pada tahun 2001. Bagi Ferry, musik adalah kendaraan paling efektif untuk menyampaikan pesan sosial.
“Musik punya kaki dan sayap untuk mengantarkan pesan. Saat menciptakan ‘Mari Membaca’, harapan saya simpel, anak-anak di pelosok tidak lagi menganggap buku itu sebagai beban pelajaran, tapi sebagai jendela menuju petualangan baru. Lagu ini bukan lagi milik saya, tapi milik semua orang yang yakin membaca adalah obat dari ketidaktahuan,” ungkap Ferry saat ditemui belum lama ini.
Melalui “Mari Membaca”, Ferry Curtis membuktikan bahwa sebuah lagu tidak hanya sekadar rangkaian nada. Ia adalah warisan harmoni yang mampu mengikat emosi, membakar semangat, dan menjaga bara gerakan literasi agar terus menyala di seluruh penjuru Nusantara. [R Mur/Pripos)



