*Ngopi Sewarung*
KEHILANGAN AKHLAK POLITIK
Yang paling terasa hilang dari lingkungan pemerintahan dan kehidupan politik negara kita saat ini adalah *akhlak politik dan akhlak pemerintahan.*
Bayangkan, seorang pemimpin nasional justru lebih sering mengeluarkan pernyataan untuk membela diri, mempertahankan keyakinan, dan membenarkan pemikirannya sendiri, ketimbang menunjukkan sikap terbuka dalam mendengarkan kritik dan menjawab kegelisahan rakyat.
Ketika muncul berbagai protes terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari persoalan dugaan penyimpangan anggaran hingga kasus siswa yang mengalami keracunan, pemerintah seharusnya hadir dengan sikap terbuka, evaluasi serius, dan empati kepada masyarakat. Kalau perlu minta maaf.
Begitu pula dengan program Koperasi Desa Merah Putih. Ketika masyarakat mempertanyakan pelaksanaannya yang belum berjalan optimal, sementara anggaran besar telah dikucurkan, rakyat berhak mendapatkan penjelasan yang transparan dan meyakinkan.



