Menurutnya, beragam produk fintech yang tersedia saat ini, dari dompet digital, QRIS, pinjaman online (pinjol), hingga platform investasi digital, memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Namun demikian, kemudahan tersebut juga perlu disikapi secara kritis.
“Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, masyarakat perlu memahami risiko yang mungkin muncul. Literasi keuangan menjadi kunci agar pengguna tidak terjebak pada dampak negatif, seperti perilaku konsumtif, penyalahgunaan pinjaman online, maupun investasi yang tidak sesuai dengan profil risiko,” jelas Fuady.
Ia menambahkan bahwa kemampuan memahami layanan keuangan digital saat ini menjadi bagian penting dari literasi digital masyarakat. Karena itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk menilai informasi secara kritis sebelum mengambil keputusan finansial.
Sementara itu, Bhisma Herlambang dari Trimegah Sekuritas memaparkan perkembangan investasi digital yang saat ini semakin diminati generasi muda. Ia menyebutkan bahwa terdapat tiga instrumen investasi yang paling populer di kalangan investor saat ini, yaitu saham, reksa dana, dan obligasi.


