Menurut Bhisma, ketiga instrumen tersebut dapat menjadi pilihan investasi yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko masing-masing individu. Namun, sebelum memulai investasi, masyarakat perlu memahami karakteristik setiap instrumen agar dapat mengambil keputusan yang tepat.
“Investasi bukan sekadar mengikuti tren. Generasi muda perlu memahami tujuan keuangan, profil risiko, dan strategi investasi yang sesuai. Dengan literasi yang baik, investasi dapat menjadi sarana untuk membangun masa depan keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Fikom Unisba berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna aktif teknologi keuangan tetapi juga mampu menjadi generasi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan berbagai layanan fintech di era digital. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat literasi keuangan digital di kalangan mahasiswa sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi dan perkembangan teknologi yang semakin dinamis.(askur/png)***


