“Kami berharap para doktor tetap produktif dalam riset, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, dan penulisan buku. Banyak hal yang bisa dikerjakan, dan itu sangat dibutuhkan fakultas,” tegasnya.
Atie juga menekankan bahwa kinerja publikasi dan penelitian merupakan komponen signifikan dalam akreditasi program studi S1 dan S2. Ia mengingatkan bahwa kontribusi para doktor akan berpengaruh langsung pada capaian indikator kinerja utama fakultas.
Selain itu, Atie mendorong agar para doktor mulai menentukan fokus kepakaran, bergabung dalam klaster keilmuan, menyusun roadmap riset, serta aktif dalam riset konsorsium dan kolaborasi lintas institusi.
Dalam forum tersebut, pimpinan fakultas juga membahas arah pengembangan keilmuan komunikasi di Unisba. Atie menyoroti perlunya diferensiasi yang lebih kuat antara Fikom Unisba dan fakultas komunikasi di perguruan tinggi lain, termasuk program komunikasi berbasis Islam.


