Santi mengungkapkan bahwa berdasarkan evaluasi terhadap praktik pengelolaan media eksternal yang selama ini berjalan, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, mulai dari aspek kompetensi, beban kerja yang tinggi pada tenaga kependidikan yang mengelola media, hingga belum optimalnya manajemen aktivitas media secara keseluruhan. “Dengan berbagai permasalahan tersebut, perlu dicarikan solusi yang tepat. Pelibatan laboratorium dalam pengelolaan media eksternal Fikom Unisba dapat menjadi salah satu langkah strategis,” tambahnya.
Menurut Santi, laboratorium memiliki posisi penting karena tidak hanya berfungsi sebagai ruang praktik akademik tetapi juga sebagai unit yang memiliki sumber daya, pengalaman, serta infrastruktur yang memadai untuk mendukung pengelolaan media eksternal secara profesional.
Workshop Creative Lab ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya merumuskan sistem pengelolaan media eksternal yang lebih terstruktur dan kolaboratif. Kegiatan ini difokuskan pada beberapa tujuan utama, antara lain menyusun rencana pengelolaan media eksternal Fikom Unisba, melakukan penjadwalan produksi dan distribusi konten, menyusun pembagian tugas anta laboratorium, serta merancang mekanisme monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan.