Rangkaian acara dipandu oleh Ajeng Safitri Adriani selaku Master of Ceremony, yang mengawal jalannya kegiatan dari pembukaan hingga penutupan dengan suasana hangat dan komunikatif.
Mengusung semangat untuk memperluas ruang apresiasi terhadap karya-karya independen, Film Purnama 2026 menayangkan empat film pilihan yang merepresentasikan beragam pendekatan bercerita, mulai dari fiksi hingga dokumenter.
Film pertama, Perfecting a Flaw Until Nothing Remains (2026) produksi Kupukupu.production, mengajak penonton menyelami refleksi tentang manusia, kesempurnaan, dan penerimaan diri melalui pendekatan visual yang puitis. Sementara itu, Saucap Nyata (2025) produksi Framemograph menghadirkan dokumentasi yang dekat dengan realitas sosial, mengangkat potret kehidupan dari sudut pandang yang jujur dan membumi.
Nuansa berbeda hadir melalui Rogahala (2025) produksi Shootclick Pictures, yang menawarkan eksplorasi sinematik dengan kekuatan narasi dan atmosfer visual yang khas. Deretan pemutaran ditutup oleh Bandung Kota Kembung (2025), sebuah karya dokumenter sutradara Sani Nasril yang mengajak penonton menelaah berbagai dinamika perkotaan Bandung melalui perspektif yang kritis sekaligus humanis.


