Rasa penasaran penonton kemudian terjawab ketika MC mengundang ke atas panggung sosok di balik karya tersebut. Animator animasi itu ternyata adalah Mahal Sanghyang Ayodhia, seorang kreator cilik yang baru berusia 9 tahun. Pengungkapan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin yang mengaku tidak menyangka kualitas animasi yang ditampilkan lahir dari tangan seorang anak seusia sekolah dasar.
Kehadiran animator muda tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan sepanjang penyelenggaraan Film Purnama 2026. Penampilannya membuktikan bahwa kreativitas tidak mengenal batas usia dan bahwa regenerasi insan kreatif Indonesia mulai tumbuh dari generasi yang sangat muda apabila memperoleh ruang untuk berkarya.
Melalui pemutaran film, diskusi, hingga apresiasi terhadap talenta baru, Film Purnama 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ruang kolaborasi bagi para pegiat sinema independen. Lebih dari sekadar agenda pemutaran film, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempertemukan karya dengan penontonnya, memperluas jaringan antarsineas, sekaligus mendorong lahirnya ekosistem perfilman yang semakin inklusif, kritis, dan berkelanjutan.


