Selain itu, lokakarya ini juga melibatkan perwakilan dari rumah sakit jejaring pendidikan. Rumah sakit yang direncanakan menjadi wahana pendidikan PPDS Obgyn FK Unisba meliputi RS Welas Asih sebagai rumah sakit utama, serta RS Garut, RS Cibabat, dan RS Majalaya. Keterlibatan rumah sakit jejaring ini diharapkan dapat mendukung variasi dan kelengkapan kasus klinis bagi peserta didik.
“Pendidikan Obgyn tidak bisa hanya dilakukan di satu rumah sakit. Oleh karena itu, kami melibatkan rumah sakit jejaring agar seluruh pihak memahami kurikulum PPDS Obgyn FK Unisba dan perannya masing-masing,” jelas Indri.
Ia menambahkan bahwa secara administratif, Surat Keputusan (SK) pembukaan program studi telah tersedia di tingkat universitas. Dengan adanya lokakarya ini, tahapan selanjutnya adalah finalisasi kurikulum, termasuk sistem asesmen dan mekanisme pendidikan bagi calon peserta didik.