Sesi pendampingan juga memberikan bimbingan personal bagi siswa yang mengalami keluhan seperti nyeri haid atau kecemasan.
Melalui kegiatan ini, tim FK Unisba menyimpulkan bahwa pendekatan pendidikan dan pendampingan berbasis masyarakat efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap kesehatan reproduksi. Integrasi perspektif etika Islam turut memperkuat kesadaran moral dan tanggung jawab menjaga kebersihan diri. Model kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh program kesehatan reproduksi berbasis sekolah di wilayah pedesaan Indonesia.(askur/png)


