Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa pengurangan sampah bisa dimulai dari lingkungan paling dekat, seperti rumah, RT, RW, kelurahan, dan komunitas.
Ia juga mengapresiasi peran Unisba dalam program tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat untuk belajar dan menghasilkan ilmu, tetapi juga harus hadir untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Dr. Lukman, S.T., M.Hum., mengapresiasi program HI-CARE Zero Waste Unisba. Ia menilai perguruan tinggi memiliki ilmu, teknologi, dan solusi yang dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan persoalan sampah.
Ia berharap model yang dikembangkan Unisba di Arcamanik dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi dan daerah lainnya.
Melalui HI-CARE Zero Waste, Unisba menunjukkan bahwa kampus berdampak dapat diwujudkan melalui program yang langsung dirasakan masyarakat. Dari kebiasaan memilah sampah, lahir perubahan yang diharapkan dapat terus berkembang dan diterapkan di wilayah lainnya.(askur/nmn)***


