Hasil pemetaan menunjukkan bahwa rumah tangga menjadi salah satu sumber terbesar sampah. Karena itu, masyarakat didorong untuk mulai memilah dan mengurangi sampah sejak dari rumah.
Unisba juga menggunakan pendekatan teknologi melalui reaktor plasma dingin yang ditempatkan di kawasan Arcamanik. Teknologi tersebut menjadi bagian dari Living Laboratory Unisba untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih bersih dan sehat.
Program ini menunjukkan hasil positif. Target awal pengurangan sampah dalam tiga bulan adalah 10 persen. Namun, hasilnya mencapai 16 persen.
Peningkatan Pengolahan Sampah Organik
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Ai Saadiyah Dwidaningsih, S.T., M.T., menyampaikan, pengurangan sampah di Arcamanik terus meningkat. Pada Juni 2026, persentasenya mencapai 24,81 persen.
Selain itu, pengolahan sampah organik juga meningkat. Jumlahnya naik dari 46,38 ton menjadi 92,32 ton dan mencapai 157,36 ton pada Juni.


