General Manager GeoDipa Unit Patuha, Ruly Husnie Ridwan, menjelaskan bahwa GeoDipa hadir untuk memberikan solusi atas permasalahan tersebut melalui program Eco Inovasi, yaitu memanfaatkan energi terbarukan dari panel surya sebagai penggerak mesin rotary dryer untuk pengeringan limbah KOHE.
“Pengoptimalan proses ini memanfaatkan second life baterai dari GeoDipa Unit Patuha sebagai media penyimpanan energi yang merupakan salah satu hotspot dalam pengukuran Life Cycle Asessment (LCA),” ujarnya.
Menurutnya, program ini merupakan salah satu upaya perusahaan untuk meminimalisir dampak lingkungan dari proses bisnis GeoDipa Unit Patuha serta dapat meningkatkan produksi pupuk organik padat dan efisiensi pengolahan yang dapat mengelola 4200 kg limbah KOHE dalam 14 hari untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kerjasama Carbon Credit CDM
Selain meresmikan program Eco Inovasi, dalam rangkaian kegiatan 10 Tahun Sinkronisasi PLTP Patuha Unit 1, juga dilakukan Kerjasama Carbon Credit CDM antara PT Geo Dipa Energi (Persero) dengan Eco Securities yang telah berhasil memverifikasi Kredit Karbon CDM periode 2014-2020 dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Unit-1 Patuha. Hal ini menjadi pengakuan atas keberhasilan realisasi UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change) atau Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim yang berkontribusi terhadap upaya keberlanjutan global. Dalam kegiatan tersebut, turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Bandung, serta mitra kerja perusahaan.