Kegiatan ini dirancang bukan hanya sebagai pelaksanaan syariat, melainkan menjadi media pendidikan karakter yang sangat efektif. Di hadapan anak-anak didiknya, ia mengajak mereka untuk menanamkan nilai secara langsung. Saat ditanya siapa yang bersedia menyisihkan uang sebesar Rp50.000 untuk ikut berkurban, seorang santri kelas V bernama Zahira dengan spontan dan tulus mengulurkan tangannya.
Sikap ikhlas yang ditunjukkan Zahira tersebut langsung mendapatkan apresiasi yang luar biasa. Sebagai bentuk penghargaan dan motivasi agar semangat berbagi ini terus tumbuh, uang tersebut kemudian digandakan menjadi Rp100.000. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa benih-benih kedermawanan sudah tertanam kuat di hati generasi muda.
Sementara itu, kehadiran sapi kurban dari keluarga pendiri menjadi simbol bahwa kebaikan tidak akan pernah putus. Meski sang pendiri telah wafat, amal dan perhatiannya terhadap lingkungan terus dilanjutkan oleh ahli warisnya, menjadi doa dan amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.


