Menurut rektor, capaian tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung keberlanjutan program. Selain menjaga dampak lingkungan, keberlanjutan pembiayaan juga perlu diperhatikan agar program dapat terus berjalan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Sekarang kita perlu bekerja sama. Siapa yang menjamin keberlanjutannya, baik dari sisi lingkungan maupun keberlanjutan pendanaan atau finansialnya? Inilah peran yang harus ditunjukkan oleh Bapak dan Ibu sekalian yang tergabung dalam Masyarakat Ekonomi Syariah wilayah Jawa Barat,” ungkapnya.
Ia berharap, Islamic Economy Outlook 2027 menjadi momentum untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Dengan demikian, gagasan ekonomi syariah dan keberlanjutan dapat diwujudkan melalui program nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat.


