“Kami berkomitmen kepada pemerintah untuk menjadikan kawasan ini kembali menjadi hutan dalam tiga tahun ke depan. Harapan kami, kawasan ini nantinya bisa menjadi hutan milik warga Sugihmukti yang memberi manfaat ekologis dan sosial, termasuk potensi menjadi kawasan ekowisata seperti bird watching, camping, dan forest walk.”
Sebagai langkah awal sebelum reboisasi, telah dilakukan pemasangan patok batas bidang tanam (BT) di lokasi. Rencana penanaman pun akan dibagi menjadi tiga bagian, dengan pola tanam intensif 4×4 atau 4×3 meter persegi. Tanaman yang diusulkanm meliputi jenis lokal seperti rasamala, puspa, sarinten, kibogor, dan caringin. Tanaman yang diusulkan tersebut merupakan jenis-jenis yang saat ini juga hidup di sekitar lakom.
Dr. Teguh Husodo, dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Padjadjaran, turut memaparkan hasil studi keanekaragaman hayati yang dilakukan di area lakom.


