“Kawasan ini masih memiliki potensi keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk 100 lebih jenis flora dan fauna seperti kukang jawa, burung elang, serta bangkong tuli yang menjadi indikator air bersih. Kawasan lakom juga potensial untuk pengembangan ekowisata dan dapat menjadi bagian dari hutan lindung yang utuh.”
Sementara itu, Riza, perwakilan dari Pemerintah Desa Sugihmukti, menggarisbawahi pentingnya koordinasi agar seluruh pemangku kepentingan dapat merasakan manfaat rencana reboisasi ini.
“Kami ingin kawasan ini dikelola sebaik mungkin. Tapi tentu kami juga ingin kembali kepada masyarakat, bagaimana bentuk pengelolaan yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi warga
Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Sugihmukti Oman Rohman, menegaskan komitmennya terhadap penanaman kembali yang ramah lingkungan. “Kami mendukung penuh upaya GDE menjadikan kawasan ini sebagai hutan kembali, dengan tetap memperhatikan pemanfaatan ekosistem secara bijak dan berkelanjutan.”


