Irigasi Pertanian Dongkrak Produktivitas Petani Barito Timur

BARITO TIMUR, KALTENG, PRIPOS.ID (23/12/2021) – Sektor pertanian di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah berkembang cukup baik. Produktivitas petani pun semakin meningkat. Hal itu berkat keberadaan saluran irigasi pertanian yang berkontribusi besar bagi pengembangan komoditas petani di Barito Timur. Untuk itu, petani pun diminta merawat dengan baik saluran irigasi yang sudah ada, terutama saluran tersier dan saluran kuarter.

Saluran tersier adalah saluran untuk membagi air dari bangunan sadap tersier ke petak-petak kuarter, sedangkan saluran kuarter adalah saluran yang mengalirkan air dari jaringan bagi ke petak-petak sawah.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). menuturkan, keberadaan air merupakan faktor penting dalam pengembangan budi daya pertanian. Tanpa air, kata dia, produktivitas pertanian tidak dapat berkembang dengan maksimal.

“Dalam memenuhi kebutuhan air untuk tanaman yang diperoleh dari air hujan, sistem irigasi atau dengan sumber air permukaan menjadi solusi untuk tingkatkan produktivitas pertanian,” ujar Mentan SYL.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Ali Jamil menambahkan, irigasi merupakan program strategis dalam konteks pengairan lahan.

Oleh karenanya, sebut dia, irigasi pengairan pertanian harus berjalan baik. Sebab, pertanian tidak boleh terganggu oleh faktor apapun.

Keberadaan irigasi pertanian membuat petani tak khawatir meski memasuki musim kemarau. Sebab, irigasi akan memasok air, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga,” ucap Ali.

Selain penting bagi keberlanjutan sektor pertanian, Ali menilai keberadaan air mampu meningkatkan indeks pertanaman (IP) petani.

Keberadaan irigasi, ia menjelaskan, juga menjadi faktor penting bagi petani untuk meningkatkan produktivitas mereka.

“Ada tiga aspek dari keberadaan irigasi pertanian, yaitu produktivitas, peningkatan IP pertanian, dan meningkatnya kesejahteraan petani,” imbuh Ali.

Hal tersebut terjadi lantaran irigasi dapat memberikan pasokan air stabil untuk lahan sawah, sehingga perkembangan budi daya padi petani bisa berjalan dengan baik.

“Irigasi adalah water management. Irigasi berfungsi mengatur air, baik air hujan maupun air tanah. Irigasi bukan hanya bisa dimanfaatkan untuk mengairi lahan di sawah, tetapi juga bisa untuk mendukung aktivitas lainnya,” tutur Ali.

Ia berharap, irigasi bisa dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan pendapatan petani.

Ali berharap, irigasi pertanian tidak hanya dimanfaatkan untuk sektor tanaman pangan, tetapi juga sektor hortikultura, perkebunan, dan peternakan.

“Air adalah faktor teknis bagi terungkitnya produktivitas pertanian. Pada akhirnya, kesejahteraan petani juga meningkat,” katanya.(nor)

Categories: Berita Daerah

Leave A Reply

Your email address will not be published.