Ia menyadari bahwa pembentukan karakter tidak dapat selesai hanya melalui satu kegiatan. Karena itu, nilai-nilai yang diperkenalkan dalam P3M diharapkan terus diperkuat melalui berbagai kegiatan pembinaan mahasiswa selama menjalani pendidikan di Unisba.
“Dalam waktu satu hari tentu belum optimal. Mudah-mudahan nanti dilanjutkan melalui materi-materi berikutnya, seperti Pesantren Mahasiswa Baru, Pesantren Calon Sarjana, maupun dalam proses perkuliahan dan kegiatan lainnya,” tutur Hendi.
Melalui P3M yang rutin menjadi bagian dari Ta’aruf Unisba setiap tahunnya, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik, tetapi juga mendapatkan bekal nilai dan karakter yang menjadi bagian dari identitas pendidikan di Unisba. Bekal tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi mahasiswa untuk tumbuh sebagai pribadi yang beriman, berilmu, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.(askur/nmn)***


