“Tidak hanya mengutamakan keterampilan teknis, tetapi juga pembekalan soft skill seperti kedisiplinan, kondisi budaya, dan etos kerja yang tinggi. Hal ini menjadi bagian dari upaya kami untuk memastikan bahwa para peserta magang dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan dan budaya kerja di Jepang,” ucapnya .
Ia menyebutkan bahwa sampai dengan Desember 2023 tercatat sebanyak 52.440 peserta telah berhasil diberangkatkan untuk mengikuti program magang di Jepang, dan saat ini tercatat ada 6.365 orang peserta yang sedang menjalani masa magang di berbagai wilayah di Jepang.
“Angka ini menunjukkan komitmen yang kuat dari Kementerian Ketenagakerjaan dan IM Jepang dalam memberikan peluang peningkatan keterampilan bagi angkatan kerja Indonesia,” ucapnya.
Proses seleksi yang dilakukan untuk program tersebut merupakan hasil dari kolaborasi yang erat antara Kementerian Ketenagakerjaan, IM Jepang, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, termasuk pemerintah daerah, asosiasi, dan lembaga pendidikan.