Di tengah dialog, Ketua Paguyuban CAGAR Acep E. Junaedi secara tegas mengajak seluruh anggotanya. “Mari kita tidak cepat merasa berhasil. Jangan pernah merasa lebih tahu dari warga yang setiap hari merasakan kesulitan di tempat ini,” ajaknya. Ia meminta setiap anggota untuk kembali menjadi pendengar yang baik, tidak hanya datang saat ada kegiatan besar, tetapi hadir di saat‑saat kecil di lingkungan sekitar.
Ajakan itu juga berisi seruan agar para anggota berani menerima kritik. “Apabila warga menyampaikan hal‑hal yang tidak menyenangkan bagi kita, jangan segera membela diri. Dengarkan terlebih dahulu, periksa kebenarannya, lalu perbaiki apa yang salah,” ucap Acep E. Junaedi. Baginya, keberanian mengakui kekurangan adalah modal utama untuk terus melangkah.
Bagi para kader muda yang hadir, suasana itu memberikan pelajaran baru. Mereka melihat bahwa menjadi pembela masyarakat tidak berarti berdiri di depan dan memerintah, melainkan berjalan berdampingan. Duduk sejajar menjadi simbol nyata bahwa setiap suara warga memiliki nilai yang sama.


