Ketua MWC NU Katapang, Ustadz Awan Mulyana Al Murzani, menegaskan makna kebersamaan ini. “Merayakan kelahiran Nabi adalah bukti cinta kita kepada beliau. Cinta yang diwujudkan dengan menjaga persaudaraan, menebar kebaikan, dan mempererat ukhuwah antarwarga. Semoga kebersamaan ini senantiasa terjaga, karena persatuan adalah kekuatan umat,” pesannya yang membekas di hati para hadirin.
Tausiyah yang disampaikan Da’i Acep Sauqi, SH, dari LDNU Katapang, mengajak hadirin memikirkan makna cinta yang sesungguhnya. “Cinta kepada Rasulullah SAW bukan hanya diucapkan secara lisan, tetapi diwujudkan dengan menghidupkan akhlak beliau dalam setiap langkah kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Kebersamaan ini diwujudkan pula dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan kaum duafa. Langkah kecil namun bermakna di dalam ini adalah cerminan nyata ajaran Nabi, bahwa mencintainya berarti peduli terhadap sesama. Semangat berbagi inilah yang diharapkan terus tumbuh menjadi budaya yang hidup di tengah masyarakat Pangauban.


