“Menjadi protokoler bukan hanya menjalankan tata acara tetapi juga menjadi representasi Universitas Islam Bandung dalam setiap kegiatan resmi. Karena itu, karakter, profesionalisme, dan kemampuan memberikan pelayanan harus dibangun sejak proses kaderisasi,” ujarnya.
Selama diklat, peserta memperoleh pembekalan dari para narasumber yang kompeten di bidangnya. Materi yang diberikan meliputi Beauty Class and Grooming oleh Rohmatul Mahfiroh, S.Sos., Etiket, Manners, dan Kepribadian oleh Ari Yuda Laksmana, M.M., PCC., IC-ACC., Public Speaking oleh Akhmad Yusup, S.Sy., M.Sc., serta materi Keprotokolan dan Kehumasan yang disampaikan Dr. M.E. Fuady, S.Sos., M.Si.
Dalam pemaparannya, Ari Yuda menjelaskan bahwa kompetensi seorang protokoler tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis tetapi juga oleh etika, kepribadian, dan kemampuan membangun komunikasi yang baik. Menurutnya, sikap santun, percaya diri, serta kemampuan menghargai orang lain merupakan fondasi penting dalam membangun citra organisasi.


