Lebih dari itu, ABS Bandung diharapkan menjadi model inspiratif bagi pesantren lain dalam mengintegrasikan pendidikan, nilai keislaman, dan praktik keberlanjutan. Sekaligus menginspirasi lembaga pendidikan lain dalam mengembangkan praktik keberlanjutan yang kontekstual dan aplikatif.
Dengan menggabungkan pendekatan ilmiah, nilai spiritual, dan kreativitas santri, pesantren tidak hanya mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim, tetapi juga tampil sebagai pelopor gerakan hijau di tengah masyarakat.
Program ini juga menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pesantren menghadapi dampak perubahan iklim, sekaligus membangun budaya ramah lingkungan berbasis nilai keislaman dan praktik berkelanjutan.(askur/png)***


