“Best practice dari para praktisi terus berkembang dan harus kita ikuti. Karena itu, materi uji kompetensi perlu disesuaikan agar contoh kasus, kajian, dan instrumennya semakin relevan dengan perkembangan terbaru,” ungkapnya.
Ani menambahkan, penguatan kompetensi asesor turut mendukung upaya Unisba dalam mengukur ketercapaian kompetensi lulusan. Sertifikasi dan uji kompetensi menjadi salah satu instrumen untuk mengevaluasi penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) serta mendukung pencapaian tujuan program studi.
Materi Teori dan Praktik
Selama dua hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi kebijakan sistem sertifikasi kompetensi, peningkatan kompetensi asesmen, perencanaan aktivitas dan proses asesmen, pelaksanaan asesmen, serta peninjauan kelengkapan dokumen asesmen. Kegiatan didampingi oleh master asesor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Oom Oman Abdurahman, ST, MT dan Tri Darawanti Roesfian, SE. Par., M.M., LCPC.yang sudah puluhan tahun menekuni bidang ini.


