“Alhamdulillah ini bagus sekali, apalagi ini yang akan dikaryakan adalah warga sekitar di sini. Dengan kita bisa melakukan program-program seperti ini, otomatis kita bisa mengurangi pengangguran di kalangan masyarakat,” ujarnya.
KaDieu dirancang sebagai wujud kontribusi GeoDipa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperkuat ketahanan pangan, dan menciptakan skema inovasi sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. KaDieu diharapkan menjadi model yang mendorong terbentuknya kebijakan dan regulasi pemanfaatan langsung panas bumi di tingkat daerah dan nasional.
Sebagai tahap awal, GeoDipa memperkenalkan tiga proyek percontohan yang telah terintegrasi dengan sistem pemanfaatan panas bumi sebagai pengatur suhu, yaitu greenhouse berkapasitas 160 pohon tomat, kolam ikan dengan kapasitas 200 ekor, serta food dehydrator skala kecil. Ketiga fasilitas tersebut dibangun di atas lahan milik perusahaan dan dikembangkan sebagai pusat edukasi sekaligus laboratorium hidup (living lab) bagi pengembangan inovasi pemanfaatan langsung panas bumi di tingkat tapak/ lokasi sumber panas. Melalui fasilitas tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung bagaimana energi panas bumi dapat mendorong produktivitas pertanian serta menghasilkan produk olahan baru dengan cara yang lebih efektif dan efisien.


