“Tantangan lainnya adalah karena ini ajangnya di luar negeri dan peserta dari luar negeri juga kuat. Peserta dari dalam negeri pun berasal dari universitas-universitas bagus yang terbiasa dengan ajang seperti ini. Jadi, ya dihadapi saja,” imbuhnya.
Pupung juga mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama dirinya mengikuti forum ilmiah internasional. Sebelumnya, ia pernah menjadi presenter pada ajang serupa di Vietnam, Belanda, Thailand, dan Malaysia. “Tantangan lain tentu saja soal pendanaan, karena tidak besar. Tapi itu tidak menyurutkan semangat kami,” tegasnya.
Penelitian ini dilakukan dengan metode survei terhadap 763 responden dari institusi perbankan syariah di Indonesia (Bandung dan Jakarta) serta Brunei. Data dikumpulkan dari berbagai lapisan manajemen, seperti branch manager, operation manager, financial officer, sharia auditor, marketing manager, HR manager, dan IT officer. Fokus penelitian ini adalah praktik manajemen risiko pada bank syariah yang dipengaruhi big data, digital maturity dan religiusitas.