Sosialisasi ditutup dengan pemaparan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Dr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng. Ia menegaskan bahwa Program Mahasiswa Berdampak tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat tetapi juga menjadi wahana pembelajaran yang membentuk karakter, kepemimpinan, dan daya saing mahasiswa.
Menurutnya, pengalaman terjun langsung ke masyarakat akan menjadi rekam jejak yang bernilai bagi mahasiswa, baik untuk meraih beasiswa maupun membangun karier. Ia juga menekankan bahwa banyak perguruan tinggi kelas dunia kini menempatkan dampak (impact), kemampuan memecahkan masalah, serta pemanfaatan pengetahuan lokal (local knowledge) sebagai bagian penting dalam pengembangan pendidikan dan riset.
Karena itu, ia mengajak mahasiswa memanfaatkan Program Aksara Peduli dan Aksara Sirkular untuk lebih peka terhadap persoalan di masyarakat, menggali potensi lokal, serta menghadirkan solusi yang inovatif dan berkelanjutan. Ia juga mendorong mahasiswa agar tidak takut gagal, terus belajar dari setiap pengalaman, dan menjadikan keterlibatan di masyarakat sebagai bekal membangun kepemimpinan di masa depan.(askur/nmn)***


