“Berbagai penelitian menunjukkan kesehatan mental mahasiswa masih menjadi tantangan serius. Di sisi lain, penguatan budaya antikorupsi, kepedulian terhadap lingkungan, serta pencegahan berbagai perilaku berisiko di ruang digital juga menjadi agenda penting yang perlu terus disuarakan kepada generasi muda,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tema-tema tersebut juga sejalan dengan arah pengembangan karakter, kepedulian sosial, kreativitas, inovasi, serta penguatan kapasitas mahasiswa yang menjadi fokus berbagai program kemahasiswaan di tingkat nasional.
Karya Edukatif, Inspiratif, dan Berdampak
Pendaftaran dan pengumpulan karya dilaksanakan sejak akhir April hingga pertengahan Mei 2026. Karya peserta dikumpulkan melalui berbagai platform digital, seperti Instagram, TikTok, dan Google Drive, sehingga memungkinkan partisipasi mahasiswa dari berbagai daerah secara lebih luas.


