Keraguan yang dibiarkan tumbuh akan mengganggu ketenangan pikiran sekaligus mengaburkan kejernihan hati. Maka, setiap orang perlu menjaga apa yang disebut mata batin — kemampuan hati memahami kebenaran dengan cahaya yang datang langsung dari Allah SWT.
Kekuatan iman seseorang terlihat saat ia tetap berdiri teguh meskipun belum melihat bukti secara langsung. Di situlah letak nilai keyakinan yang sesungguhnya: percaya kepada janji-Nya lebih daripada apa yang terlihat oleh mata kasat mata.
Pesan terakhir yang menyatu dalam kegiatan ini adalah: keberagamaan yang utuh berdiri di atas dua pilar — teguh memegang dalil agar tidak tersesat, dan menjaga hati dari keraguan agar tidak goyah. Semoga majelis ini menjadi awal berkahnya setiap langkah kita, di mana pun kita berada. (Iding)***


