“Di Festivala Film Pendek TVRI Jawa Barat ini penekanannya pada aspek Scine dan Art, keilmuan dan seni karena pesertanya adalah kalangan indie label yang tanpa beban filmnya sebagai komoditas. Jadi, kami enjoy aja menilai, tanpa ada beban sama seperti pada kreatornya,” ungkap Embie.
Mengenai masifnya teknologi AI dalam film Embie tidak mengkhawatirkan. Malah dia menganggap pada hal-hal yang teknis para kreator bisa memanfaatkan AI tapi kaitannya dengan tingkat penciptaan apresiatif manusia tetap memegang kendali, tidak bisa digantikan oleh mesin.
Sementara itu Ketua Umum Forum Film Jawa Barat (FFJB) Irwan Jabonx merasa puas atas penyelenggaraan acara ini dan memberikan apresiasinya kepada para peserta seraya berharap festival tahun depan lebih marak lagi untuk menunjukkan bahwa sineas Indonesia tetap tumbuh. Dia juga berterima kasih kepada pihak penyelenggaran yakni TVRI Jawa Barat yang telah memberikan ruang kepada sineas Jawa Barat yang semakin tumbuh.(alfa/png)