“Hari Tasyrik mengajarkan umat Islam untuk senantiasa mengingat Allah dalam setiap keadaan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial melalui berbagi makanan dan daging kurban kepada sesama,” katanya.
Harits juga menekankan bahwa Hari Tasyrik menjadi momentum penting untuk memperkuat syiar Islam melalui gema takbir serta mempererat silaturahmi dan kepedulian terhadap masyarakat, khususnya kepada kaum dhuafa dan mereka yang membutuhkan.
Melalui khutbah tersebut, Harits mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Hari Tasyrik sebagai sarana meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal saleh, serta memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.(askur/png)***


