•Musik sebagai Penjaga Ingatan
Dalam sesi diskusi yang dipandu bersama Zaki Peniti, Ferry Curtis menekankan bahwa literasi budaya tidak boleh mandek di dalam ruang kelas formal yang kaku. Musik memiliki fleksibilitas untuk menyusup ke dalam ruang-ruang personal generasi muda, bertindak sebagai jangkar yang mengikat mereka pada akar tradisi.
“Musik balada adalah media gerakan literasi. Di era digital, kita tidak kekurangan informasi, tetapi kita sering kali kehilangan kedalaman interpretasi. Lewat narasi dalam lagu, kita menjaga agar ingatan kultural itu tidak lesap,” ujar Ferry di sela-sela diskusi.
Dialog interaktif malam itu membuka sekat antara penonton dan narasumber. Gagasan-gagasan segar mengalir dari audiens yang didominasi oleh mahasiswa, seniman lokal, dan aktivis komunitas, menciptakan dialektika yang hangat di tengah udara malam Bandung.



