Perspektif tersebut memiliki relevansi kuat dengan pendidikan anak usia dini. Pada tahap ini, pengalaman belajar yang diberikan pendidik turut menentukan perkembangan karakter, sosial-emosional, kepercayaan diri, dan cara anak membangun hubungan dengan lingkungan sekitarnya.
Melalui kegiatan tersebut, FTK Unisba berupaya memperkuat kapasitas mahasiswa agar memiliki perspektif pendidikan yang lebih luas dan terbuka terhadap praktik pendidikan internasional, tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan dan keteladanan sebagai fondasi pendidikan.
Kehadiran narasumber dari Afrika Selatan juga menjadi bagian dari upaya FTK Unisba memperluas jejaring dan pertukaran gagasan akademik lintas negara. Interaksi tersebut diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengembangan kompetensi pendidik.
Studium Generale ini sekaligus memperkuat komitmen FTK Unisba untuk mengembangkan pendidikan yang humanis, berkarakter, dan berorientasi pada pengembangan manusia secara utuh. Semangat Educating with Love, Compassion and Purpose menjadi pesan utama bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya tentang mentransfer pengetahuan tetapi juga tentang menghadirkan cinta, keteladanan, dan tujuan dalam proses membentuk generasi masa depan.(askur/nmn)***


