Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai urgensi pengelolaan sampah, konsep pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya, serta pentingnya perubahan paradigma masyarakat dalam memperlakukan sampah sebagai sumber daya.
“Pengelolaan sampah tidak bisa lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai potensi sumber daya yang memiliki nilai guna apabila dikelola dengan baik sejak dari sumbernya,” ujar Mohamad Satori.
Sesi kedua dilaksanakan pada pukul 13.00-15.30 WIB denganmenghadirkan Weishaguna, S.T., M.M., dosen Unisba, serta Dra. Nenden Naeni Kurniati, M.M., Penyuluh Lingkungan Hidup dari DLH Provinsi Jawa Barat. Materi yang disampaikan berfokus pada pendekatan perencanaan partisipatif dalam pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya di Kecamatan Arcamanik.
Weishaguna menekankan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. “Pendekatan partisipatif melalui survei, analisis, dan penyusunan rencana aksi sangat penting agar program yang dijalankan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah,” jelasnya.