Pada akhir masing-masing sesi, kegiatan dilanjutkan dengan briefing teknis antara DPL, mahasiswa, dan perwakilan DLH di setiap kelurahan. Diskusi ini bertujuan memastikan kesiapan tim dalam melakukan pengumpulan data lapangan serta implementasi awal program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat pemahaman peserta terhadap kondisi darurat sampah di Jawa Barat, terutama karena laju timbulan sampah masih melampaui kapasitas pengelolaan. Hal ini menuntut adanya sistem tata kelola yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Melalui pembekalan ini, para DPL dan mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam implementasi program pengelolaan sampah berbasis masyarakat, khususnya dalam mendukung terwujudnya kawasan bebas sampah di Kecamatan Arcamanik. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan solusi berkelanjutan terhadap permasalahan sampah.(askur/png)***