Nafis memang dikenal sebagai mahasiswa yang tekun, baik, dan cerdas. Sayyidini Putri, teman seangkatannya, mengenang Nafis sebagai teman yang hangat, ramah, dan pendengar yang baik. Ia kritis dan fasih dalam diskusi mengenai isu-isu politik. Selama perkuliahan, ia juga dikenal sebagai mahasiswa yang peduli terhadap teman-temannya, terutama dalam membantu menyelesaikan tugas-tugas kuliah.

Tak heran, ketika kondisinya semakin menurun, satu hal yang terus ia sampaikan kepada keluarganya adalah keinginannya untuk lulus kuliah. Nafis kerap meminta agar pihak keluarga mengonfirmasi jadwal sidang skripsi. Mewakili keluarga, sang kakak, Suci, dengan penuh kesabaran dan ketelatenan menjalin komunikasi intensif dengan pihak fakultas hingga seluruh proses dapat disiapkan.


