Muhammad Nur Rasul, Founder Zigid Indonesia, mengatakan bahwa kehadiran dua tokoh tersebut sebagai Dewan Penasihat merupakan sebuah kehormatan sekaligus penguatan strategis bagi perjalanan Kelembagaan.
Menurutnya, bergabungnya Bachtiar Adnan Kusuma dan Dr. Sumarlin Rengko bukan sekadar menambah nama dalam struktur kelembagaan, melainkan menjadi bagian dari upaya membangun gerakan literasi yang memiliki fondasi intelektual, pengalaman, serta perspektif keilmuan yang kuat.
“Kehadiran dua tokoh ini tentu menjadi energi dan motivasi baru bagi kami di Zigid Indonesia. Kami meyakini bahwa pengalaman, pemikiran, serta kontribusi keduanya dapat memberikan warna tersendiri dalam perjalanan gerakan ini. Kami tidak ingin Zigid Indonesia hanya menjadi sebuah komunitas, tetapi tumbuh menjadi gerakan yang memiliki gagasan, arah, dan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Muhammad Nur Rasul.



