Ia juga berharap, keterlibatan tokoh literasi nasional dan Akademisi FIB Universitas Hasanuddin dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara komunitas, perguruan tinggi, dan berbagai elemen masyarakat dalam mengembangkan budaya literasi.
“Literasi adalah fondasi kemajuan peradaban. Karena itu, kami ingin menghadirkan gerakan yang tidak hanya berbicara tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membangun kesadaran berpikir kritis, kecakapan digital, serta keberanian generasi muda dalam melahirkan gagasan dan inovasi,” tambahnya.**( Rasul/R.Mur/MNM)



